Antara Manusia Dan Sampah


Sampah, Sampah dan Sampah

Bumi yang sekarang tidak sedang baik-baik saja. Seiring dengan bertambahnya populasi manusia di bumi, hal tersebut juga berdampak secara langsung terhadap tumpukan sampah yang terus berkembang biak. Dibandingkan dengan bumi beberapa dekade silam, jumlah sampah saat ini terus-menerus meningkat di luar kendali. 


Menurut informasi yang dihimpun dari www.theworldcounts.com, diperkirakan hingga hari ini ada lebih dari 1 milyar ton sampah di seluruh dunia. Baru membayangkannya saja sudah membuat bulu kuduk merinding. Oleh karena perbuatan tangan manusia itu sendiri, bumi dan seisi alamnya harus menanggung kerusakan yang parah. Sungguh tragis.

Sampah bisa diibaratkan sebagai sosok monster yang dapat kita rasakan dan seringkali dianggap sebagai sesuatu yang sepele. Tak heran dari sanalah hampir semua akar permasalahan di sekitar kita berasal. Pencemaran lingkungan hanyalah salah satu dari sekian banyak masalah yang ditimbulkan oleh sampah.

Tahukah Anda bahwa sebagian besar aktivitas yang kita kerjakan baik secara langsung maupun tak langsung ‘menciptakan’ makhluk yang disebut sampah. Kita ambil satu contoh sederhananya. Ketika kita tengah menikmati makanan ringan, kita sadari atau tidak seringkali kita membuang kemasannya begitu saja padahal ada tong sampah di sekitarnya dan menganggap seolah-olah itu sah-sah saja.

Sungguh sebuah pemikiran yang salah. Kita anggap enteng sampah tersebut, karena memang masih belum menimbulkan dampak yang begitu terlihat. Tapi jika sudah menggunung, apakah kita bisa bersantai-santai seperti biasanya? Tidak bukan? Maka dari itu, ayo kita berusaha meluruskan kembali pemikiran kita yang bengkok tadi dimulai dari hal-hal yang sederhana dulu seperti tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi pemakaian barang plastik!

Pahlawan Lingkungan


Idola adalah sosok yang kita kagumi karena sifat, perilaku ataupun keteladanannya. Sebagai manusia tentu kita mempunyai idola. Salah satu idola (panutan) yang saya kagumi adalah Ibu Tri Rismaharini. Beliau adalah seorang walikota di salah satu kota terbesar di Indonesia, yakni di kota Surabaya.

Sejak awal pertama kali beliau menjabat hingga kini, Ibu Tri Rismaharini telah menorehkan segudang prestasi yang patut diapresiasi. Salah satu inovasi yang beliau ciptakan adalah 3R (reduce, reuse, recycle) di bidang lingkungan (pengolahan sampah). Berkat terobosan ini, kota Surabaya berjaya menembus 15 besar Guangzhou Award sekaligus mengharumkan nama bangsa Indonesia di mata dunia. Sungguh pencapaian yang luarbiasa.

Ada saja sebagian orang lain (saya berharap Anda bukan salah satunya) di luar sana yang memandang rendah profesi yang bergerak di bidang kebersihan lingkungan (seperti tukang sapu dan angkut sampah). Sebaliknya saya justru memandang tinggi profesi mereka, sebab kebanyakan orang lain di luar sana sudah mulai jarang yang ingin melakukan pekerjaan yang langsung berhadapan melawan kotoran & sampah.

Saya berharap kita dapat meneladani dan meniru perbuatan & perilaku mereka yang memiliki kepedulian akan lingkungan sekecil apapun itu. Satu pesan saya. Kurangi pemakaian barang yang terbuat dari bahan anorganik (seperti plastik) dan buanglah sampah sesuai dengan tempatnya demi masa depan Indonesia dan dunia yang lebih baik lagi.

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog “Perubahan Iklim” yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa anda lihat di SINI#PerubahanIklimKBR #SampahAncamanBumi


Post a Comment

Previous Post Next Post