Artikel Perubahan Iklim Akibat Sampah

Sampah ancaman Bumi, begitulah kenyataan yang kita ketahui dari waktu kewaktu, namun sampai saat ini masalah sampah masih saja berdatangan dan dampaknyapun dari waktu ke waktu tak dapat dihindari.

Tampa disadari tahun ketahun berlalu dengan banyaknya argument-argument serta kampanye-kampanye mengenai pentingnya membuang sampah pada tempanya.

Namun kenyataannya kesadaran pada lingkungan sangatlah kecil, banyak orang-orang yang tidak membuka mata untuk sekedar melihat betapa buruknya lingkungan saat ini.

lingkungan yang indah bersih dan udara segarpun tak terwujud, ketidak sadaran yang dimiliki orang-orang menyebabkan malasnya merawat lingkungan.

Waktu kewaktu ketidak pedulian terhadap sampah pun satu-persatu mulai menunjukan hasilnya.

Banjir karna penumpukan sampah di saluran air, tanaman-tanaman yang mati karna tanah yang rusak, bau busuk di tempat sampah yang menumpuk hingga pulusi udara yang menyebabkan langit tidak memperlihatkan bintang-bintang dimalam hari.

lalu bagaimanakah cara menyadarkan manusia tentang keadaan Bumi kita saat ini?, kesadaran tentang sampah seharusnya sudah ditanamkan sejak kecil, namun seperti yang bisa kita saksikan, ketika anak-anak membeli permen atau camilan di warung mereka akan langsung membuangnya secara sembarang dan mengatakan yang lainnya pun sama.

Kesadaran akan perusakan iklim ini hanya bisa di mulai dari diri sendiri, agar memiliki kesadran penuh harus merasakan terlebih dahulu akibat dari hal yang mereka lakukan secara mendalam.

Mengapa sampah dapat mengancam Bumi, seudah jelas sampah merupakan barang yang tidak digunakan lagi atau hal yang tidak terpakai dan tidak dapat dugunakan lagi.

Sampah dapat merusak ekosistem alam karna merupakan barang yang tidak dapat diolah oleh ekosistem tersebut.

Seperti halnya plastic ketika dibuang sembarangan di tanah akan merusak kualitas tanah karna tidak dapat diolah, perlu ratusan tahun hingga plastic tersebut dapat hancur.

Begituhalnya dengan sampah-sampah rumah tangga yang dibuang di sugai yang dapat menyebabkan kebanjiran.

Lalu apa yang harus dilakukan untuk mencegah pengerusakan alamini.

Banyak hal yang telah dilakukan untuk mencegah sampah merusak Bumi kita ini, seperti hukum yang tegas, sosialisasi, kampnye-kampanye, dan memperlihatkan akibat-akibat yang dapat ditimbulkan dari sampah.

Penanaman pemahaman mengenai akibat sampah sejak dini juga merupakan sebuah usaha untuk memeprbaiki ekosistem alam yang sudah banyak mengalami kerusakan.

Pemerintahpun saat ini banyak melakukan inofasi untuk mengurangi sampah di Indonesia ini.

Salah satunya adalah pelarangan kantong plastic yang dapat mencemari lingkungan.

Kanting plastic saat ini banyak diganti oleh tas kain yang banyak dijual di minimarket.

Namun hal tersebut banyak mendapatkan kritik diantaranya dari pembuat kantong plastic yang mengalami turunya keuntungan.

Selain itu kebijakan tersebut tidak dapat digunakan di pasar, karna tas kain tidak mungkin menampung daging atau ikan mentah.

Lalu mengapa sampah dapat memicu perubahan iklim?.

Contohnya sampah plastik, mulai dari proses produksi, konsumsi atau pemakaian hingga pada proses pembuangan sampah dapat menghasilkan emisi karbon yang sangat tinggi.

Emisi karbon dari proses tersebut dapat merubah iklim dan merusak ekosistem Bumi.

Akibatnya Bumi akan semakin memanas, karna pada dasarnya plastik merupakan material yang terbuat dari minyak bumi, dan merupakan sumberdaya takterbaharukan.

Selain itu sampah dalam bentuk apapun itu juga dapat membuat kerusakan pada ekosistem binatang.

Bisa saja sampah-sampah tersebut termakan oleh hewan-hewan khususnya hewan laut, yang kita ketahui setiap tahunnya banyak hewan-hewan yang mati karna sampah.

Selain itu jika hewan-hewan tercemari sampah yang selanjutnya akan ditangkap manusia untuk dijadikan santapan, maka manusia pun dapat terimbas dampaknya.

Semuanya saling berkaitan namun kesadaran tidak pernah berhasil terbentuk seluruhnya.

Makadari itu ayo kita semua mulai menata gaya hidup dan memupuk kasadaran akan bahaya sampah mulai dari diri sendiri.

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog “Perubahan Iklim” yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa anda lihat di SINI. #PerubahanIklimKBR #SampahAncamanBumi


 

Post a Comment

Previous Post Next Post