Kualitas Udara Sebagai Kualitas Hidup


Kualitas udara mempengaruhi kualitas hidup. Selain makanan yang layak dan tempat tinggal yang nyaman, udara yang bersih juga termasuk ke dalam prioritas semua makhluk hidup tak terkecuali untuk manusia juga. 

­­­­­


Seperti apa yang terdata di www.epi.yale.edu, isu kualitas udara mengukur dampak polusi udara secara langsung terhadap kesehatan manusia di tiap-tiap negara. Kualitas udara terdiri atas tiga indikator, di antaranya: kondisi PM 2.5, bahan bakar padat rumah tangga, dan kondisi ozone.

Negara yang berhasil menduduki posisi pertama dalam hal kualitas udara (air quality) ialah Finlandia dengan penilaian (score) yang nyaris sempurna, sedangkan Indonesia, satu tingkat di bawah Chad yang terletak di benua Afrika, berada di posisi ke-142 secara keseluruhan. Agak disayangkan sebenarnya, mengingat Indonesia sebagai negara penghasil pasokan oksigen terbanyak di dunia berkat keberadaan hutannya, justru termasuk ke dalam negara dengan indeks kualitas udara yang agak rendah.

Ini bisa menjadi ‘alarm’ untuk seluruh negara di dunia, terutama bagi Indonesia, untuk segera menginstropeksi diri mulai sekarang. Tak luput juga dari perkembangan zaman. Semakin bertumbuhnya era globalisasi, dampak penurunan kualitas udara bersih dan layak yang dibutuhkan oleh manusia pun akan semakin terlihat.

Ada banyak hal yang dapat mengakibatkan penurunan kualitas udara, di antaranya ialah asap pembakaran, asap transportasi (kendaraan), asap pabrik, gas rumah kaca (glasshouse), dan sebagainya yang mengandung berbagai zat beracun bagi makhluk hidup dan dapat menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan seperti kanker, tumor, gangguan pernapasan, dan lainnya.

Jika hal ini dibiarkan terus-menerus, tentunya ini dapat merusak lingkungan di sekitar kita dan ‘membunuh’ makhluk hidup secara perlahan. Di mana ada pintu masuk pasti ada pintu keluarnya. Hal-hal sederhana yang dapat kita terapkan sebagai aksi untuk ikut serta dalam memperbaiki kualitas udara di sekitar kita antara lain:

1.     Beralih kepada transportasi umum


Sebagian besar transportasi pasti akan menghasilkan sisa buangan yang berupa asap (polutan). Asap kendaraan tersebut mengandung banyak sekali zat-zat kimia yang berbahaya seperti karbondioksida (Co2) yang sangat mematikan apabila sampai terhirup oleh tubuh. Beralih soal masyarakat, masyarakat yang termasuk ke dalam golongan negara maju seperti di negara Jepang dan Belanda cenderung lebih menyukai transportasi umum seperti bus dan kereta atau kendaraan yang ramah lingkungan seperti sepeda. Hal ini berbanding terbalik dengan masyarakat golongan berkembang ke bawah. Bukan tanpa alasan di balik itu. Selain akses transportasi umum yang lebih mudah dijangkau di negara maju, pola pikir (mindset) masyarakat dan kualitas pendidikan juga ikut berperan dalam memengaruhi gaya hidup sehari-hari. Dengan kita beralih kepada transportasi umum mulai sekarang, pelan tapi pasti polusi udara di sekitar kita akan semakin berkurang tentunya.

1.      Beralih kepada sumber daya energi yang dapat diperbaharui


Ada energi listrik, sinar matahari (solar), uap, angin, air, dan lainnya sebagai sumber daya energi alternatif selain yang ‘itu-itu saja’. Contohnya pada zaman dahulu, semua jenis motor menggunakan bensin sebagai bahan bakarnya. Namun, kini telah ditemukan teknologi terbaru yang lebih ramah bagi lingkungan dengan menggunakan listrik sebagai tenaganya. Kemudian terciptalah suatu inovasi terbaru yaitu ‘motor listrik’ yang tentu saja lebih eco-friendly terhadap kualitas udara. Dengan menggunakan sumber daya alam yang dapat diperbarui, itu berarti kita telah ikut serta dalam usaha memperbaiki kualitas udara yang kian memburuk.

Tentunya masih ada banyak lagi usaha-usaha lainnya yang dapat kita aplikasikan ke dalam kehidupan kita sehari-hari secara nyata.

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog “Perubahan Iklim” yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa anda lihat di SINI. #PerubahanIklimKBR #HutandanUdara






Post a Comment

Previous Post Next Post