Lestarikan Air Mulai Sekarang


 

Air, unsur alam yang dapat dilihat sekaligus dirasakan. Menurut definisi dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, ‘air’ adalah benda cair seperti yang biasa terdapat di sumur, sungai, danau yang mendidih pada suhu 100 derajat celcius dan membeku pada suhu 0 derajat celcius.

Jika berbicara mengenai rasa, secara umum rasa air dapat dibagi menjadi dua, yaitu air asin (laut) dan tawar.


Mengapa air laut terasa asin? Karena air di sekitar sana memiliki kandungan garam yang tinggi di dalamnya. Meskipun penggunaannya agak terbatas, setidaknya air asin dapat dimanfaatkan untuk diproses menjadi butiran-butiran pasir garam yang padat (yodium) dengan cara dijemur hingga menguap (mengkristal) di bawah teriknya sinar matahari. Dan garam yang sering digunakan sebagai bumbu penyedap rasa alami adalah hasil olahan dari air laut tadi.


Serupa tapi tak sama. Air tawar tidak memiliki rasa-rasa tertentu (alias plain). Oleh karena itu, dinamakan dengan air tawar. Agak berbeda sedikit dengan air laut, air tawar dapat kita jumpai lebih sering di beberapa lokasi tertentu, seperti di sungai, danau, mata air pegunungan, sumur galian dan lain sebagainya. Air tawar sering dimanfaatkan untuk mencuci, menyiram, dan bahkan dapat dikonsumsi apabila telah disterilkan sebelumnya, salah satu caranya yaitu dengan cara direbus hingga mendidih selama beberapa menit.

Air memang tak ‘kan pernah lepas dari keseharian kita. Entah di manapun tempatnya dan kapanpun waktunya, sosoknya memang tak dapat digantikan, bahkan oleh emas permata sekalipun.

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa air telah banyak menyumbang segudang manfaat yang tak terhingga bagi kehidupan umat manusia, namun baik kita sadari maupun tidak, seringkali kita ‘mengotori’ lingkungan yang secara tidak langsung berdampak pada sumber air yang berada di sekitar kita. Beberapa perilaku buruk tersebut di antaranya seperti membuang sampah sembarangan, penebangan hutan (illegal logging), dan pengaspalan jalan secara besar-besaran.

Membuang sampah ke aliran air secara sembarangan dapat menyebabkan penyumbatan sehingga dapat menyebabkan banjir (luapan air yang tidak dapat terserap dengan baik). Penebangan hutan secara membabi buta (illegal logging) dan pengaspalan jalan secara besar-besaran juga dapat mengganggu penyerapan air (water absorption) sehingga tanah akan mengalami kekurangan cadangan pasokan air tanah.

Ada beberapa jalan yang dapat kita tempuh bersama untuk terus menjaga lingkungan terutama yang berhubungan langsung dengan air hingga beberapa waktu ke depan, seperti dengan melakukan sistem reboisasi, pembersihan saluran air, pembuangan sampah sesuai dengan tempatnya dan sosialisasi secara berkala tentang betapa pentingnya pemahaman akan kelestarian lingkungan sebagaimana yang telah tertuang ke dalam ‘undang-undang nomor 32 tahun 2009’, yang mengatur tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dan masih banyak jalan yang lainnya lagi.

Mengutip dari https://epi.yale.edu, negara Indonesia menempati urutan ke-125 dalam urusan sanitasi & air minum, betapa mirisnya bukan. Negera kecil seperti Singapura yang luasnya bahkan tidak mencapai sepersepuluh Indonesia saja mampu bertengger di posisi ke-21 dengan nilai sanitasi dan kualitas air minum yang sangat baik. Data ini pun bisa dijadikan sebagai tolak ukur bagi negara kita, Indonesia, untuk segera membenahi permasalahannya dalam hal sanitasi & air minum.    

Tuhan telah memberikan mandat kepada kita untuk melestarikan bumi ini beserta kekayaan alam yang terkandung di dalamnya tanpa kecuali. Maka dari itu, sudah menjadi tanggung jawab bagi Anda, saya, dan kita semua untuk terus menjaganya agar manfaatnya masih bisa dirasakan oleh generasi kita berikutnya di kemudian hari. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi?

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog “Perubahan Iklim” yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). Syaratnya, bisa anda lihat di sini. #PerubahanIklimKBR #AiruntukKehidupan

 

 

 

Post a Comment

Previous Post Next Post